3 Tips Sederhana Desain Website Pendongkrak Konsumen

Website sekarang ini menjadi salah satu elemen penting dalam dunia bisnis. Ibarat sebuah kantor, website ini merupakan meja customer service yang dapat memberikan informasi detail mengenai usaha Anda. Seorang customer service dituntut untuk tampil rapi dan menarik serta memiliki tutur bahasa yang sesuai dengan latar belakang usaha yang dikelola.

Misalnya begini : customer service untuk bank akan memiliki gaya bahasa yang berbeda dengan customer service di sebuah toko boneka. Tujuan akhir dari penjelasan seorang customer service ini agar pengunjung lebih tertarik pada apa yang ditawarkan.

Begitu juga dengan website. Desain sebuah website juga memiliki peranan yang sangat penting untuk tugas beratnya mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.

Ketika Anda hendak membangun sebuah website, apakah Anda merancangnya sendiri ataupun meminta bantuan jasa pembuatan website, yang harus Anda pikirkan adalah bagaimana website itu nantinya menunjukkan secara jelas tentang bisnis Anda.

Berikut 3 tips sederhana desain website dari seorang web designer Brian Casel, yang bisa digunakan oleh para pemilik bisnis/usaha untuk mengoptimalkan fungsinya yang bisa memberi impact kuat pada pengunjung web.

1. Fokus pada proposisi nilai

Proposisi nilai akan membuat kita berpikir, mengapa pengunjung harus peduli dengan produk atau jasa kita, apa keunggulan kita dibanding yang lain, dan bagaimana cara kita memberikan keuntungan untuk mereka yang mau mengeluarkan dananya untuk produk / jasa kita.
Sebuah proposisi nilai hanya memiliki waktu 4 detik untuk membuat pengunjung web memutuskan apakah akan stay di web Anda atau menutupnya. Ia harus bisa menjelaskan apa produk/jasa Anda dengan jelas dan manfaatnya bagi pengunjung.

Anda bisa melakukan ini dengan mencoba masuk menjadi seorang pelanggan. Anda menggali apa saja yang mereka butuhkan. Dan secara emosional buatlah seolah website Anda sedang bicara pada satu orang, bukan banyak orang.

jasa-web-design-proposisi-value

SQUARE

Dari tiga bagian yang kami tandai panah berwarna kuning itu, yaitu kalimat “START SELLING TODAY, Accept credit cards on your iPhone, Android or iPad”, kemudian tombol “Get started” dan gambar ilustrasi yang menunjukkan cara penggunaan alat yang satu ini. membuat web ini jelas apa tujuan dan fungsinya. Sehingga pengunjung web bisa langsung memutuskan apa yang akan dilakukan berikutnya.

2. Minimalkan Gangguan

Jangan biarkan pengunjung web Anda bertanya dalam hati, “Apa yang harus aku lakukan berikutnya?”

Pastikan navigasi website Anda jelas. Apa yang pengunjung butuhkan sudah langsung mereka tangkap dengan jelas dan mereka tahu musti kemana dan bagaimana.

Brian Casel menyarankan, bagi navigasi di web Anda ke menu primer dan menu skunder. Seperti pada web berikut :

jasa-web-design-navigasi

3. Optimalkan Tombol “call to action”

Segala sesuatu tentang website pemasaran dirancang dengan menambahkan “saluran” di dalamnya berupa tombol yang biasa di sebut call to action. Tombol call to action ini berfungsi sebagai instruksi untuk memberitahukan kepada pengunjung web apa yang musti dilakukan berikutnya. Ini bisa jadi tombol untuk membeli produk atau mendaftar account.

Disini ada tiga cara untuk mengoptimalkan call to action pada website Anda :

a. Jelas

Berikan pengunjung petunjuk yang jelas pada apa yang musti mereka lakukan berikutnya.
Misalnya, tombol dengan kata “submit” di dalamnya bisa diperjelas dengan menggunakan kata “Subcribe to our newsletter”

Berikan ekspektasi yang jelas. Pengunjung web tidak boleh merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi setelah mereka menekan tombol yang Anda sediakan. Misalnya tombol “Sign Up”, Anda bisa mencoba dengan menuliskan “Start your free 30-day trial”.

b. Kurangi Keraguan

Alaminya, pengunjung web tidak nyaman sepenuhnya ketika memasukkan akun kartu kredit atau alamat email mereka. Bisa karena takut ditipu,spam atau scammed.

Disini Anda harus meyakinkan pengunjung web bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan ada resiko merugikan. Misalnya, dengan menggunakan kata “free registration”.
Atau coba menambahkan teks pendukung kecil seperti “Tidak diperlukan kartu kredit”, “batalkan kapan saja”,”jaminan uang kembali” dll.

jasa-web-design-call-to-action

c. Tampilan mencolok

Pastikan tampilan tombol call to action Anda mudah tertangkap mata pengunjung web. salah satu caranya dengan memberikan warna yang berbeda.

Sebagai contoh, katakanlah skema warna website Anda biru dan abu-abu, Anda bisa menggunakan warna kuning untuk semua tombol call to action nya. Pastikan tidak ada warna kuning selain tombol Anda tersebut. Kalaupun ada penampilan visualnya tidak lebih mencolok dari tombol.
Selain membuatnya menonjol dan menarik perhatian, ini membantu pengunjung lebih akrab dengan cara kerja situs Anda. Setelah browsing beberapa halaman, ketika mereka siap untuk mengambil tindakan, mereka tahu bahwa mereka harus mencari yang tombol kuning.

Leave a comment