Social Media Optimization (Demo)

Pengertian

Menurut Danny Sullivan, seorang ahli teknologi, istilah “social media optimization” kali pertama dibuat dan digunakan oleh pengiklan yang bernama Rohit Bhargava.

Penggunaan dari sejumlah outlet media sosial dan komunitas menghasilkan publisitas dalam menambah pengetahuan sebuah produk, brand atau event. Jenis-jenis media sosial yang termasuk adalah RSS feeds, berita sosial, situs-situs bookmarking, dapat berupa situs-situs jejaring sosial, seperti Twitter, Facebook, Youtube, dan situs-situs bloging. SMO (Social Media Optimization) serupa dengan Search Engine Optimization yang bertujuan meningkatkan traffic dan pengetahuan akan sebuah website. Secara umum, Social Media Optimization mengacu pada pengoptimalan sebuah situs web dan isinya  sebagai istilah berbagi antar media sosial dan situs-situs jejaring. Hal ini berguna juga untuk meningkatkan pengunjung ke dalam sebuah website. seperti pada artikel berikut : “4 Cara Ampuh Tarik Pengunjung ke Website Anda

 social-media-optimization

Kaitan Dengan Search Engine Optimization

Social media optimization semakin menjadi faktor penting dalam search engine optimization, sebagaimana mesin-mesin pencari lebih memanfaatkan rekomendasi-rekomendasi dari para pemakai jejaring sosial seperti Facebook,Twitter, dan Google+ memberi peringkat pada halaman-halaman hasil dari mesin pencari. Implikasinya adalah ketika sebuah halaman web dibagikan atau di-“like” oleh seorang pengguna pada sebuah jejaring sosial, ini adalah jumlah sebuah “vote” dari kualitas halaman webnya. Sehingga, mesin-mesin pencari dapat digunakan sebagaimana votes sesuai dengan peringkat situs web pada halaman-halaman hasil dari mesin pencari.
Social media optimization berkaitan dengan search engine marketing, namun berbeda dalam beberapa hal. Terutama, SMO fokus pada pengendalian traffic dari sumber-sumber selain mesin-mesin pencari, walau peningkatan peringkat pencarian juga sebagai keuntungan dari keberhasilan social media optimization.

Kaitan Dengan Viral Marketing

Social media optimization dalam banyak hal berhubungan dengan teknik viral marketing atau viral seeding dimana komunikasi dari mulut ke mulut dibuat melalui kegunaan jaringan dalam social bookmarking, situs-situs video and photo sharing. Sebuah SMO campaign yang efektif dapat memanfaatkan kekuatan viral marketing; sebagai contoh, 80% dari aktifitas pada Pinterest dihasilkan melalui “repinning.” Selanjutnya, dengan mengikuti tren sosial dan memanfaatkan jejaring sosial alternatif, situs-situs ini dapat menjaga pengikut-pengikut yang ada sementara juga menarik sesuatu yang baru.

social-media

Aplikasi Lebih Lanjut

Social media optimization dianggap sebagai bagian utuh dari sebuah online reputation management (ORM) atau strategy search engine reputation management (SERM) bagi organisasi-organisasi atau perseorangan yang peduli dengan keberadaan usaha online-nya.
Social media optimization tidak dibatasi dengan marketing dan brand building. Sebagai tambahan, smart businesses adalah pengikut sertaan dan penyatuan media sosial sebagai bagian dari strategi ilmu manajemen mereka (yakni, pengembangan produk/service, perekrutan, perjanjian dan pergantian pegawai, brand building, kepuasan dan hubungan customer, pengembangan bisnis dan banyak lagi).

Bonus : Permainan Jejaring Sosial

Permainan jejaring sosial adalah aktifitas permainan online yang dijalankan melalui situs-situs media sosial dengan teman-teman dan aktifitas permainan online yang mempromosikan interaksi media sosial. Contohnya yaitu FarmVille, Mafia Wars, ZyngaPoker, dll. Dalam permainan ini seorang pemain jejaring sosial dieksploitasi untuk merekrut para pemain tambahan dan sekutu. Salah satu contonya yaitu Empire Avenue, sebuah pasar saham maya dimana para pemain membeli dan menjual saham yang bernilai dari masing-masing jejaring sosial.

Leave a comment

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.